Jumat, 19 Juni 2009
bersikap adil pada siapapun
Allah SWT dan Rasullulloh SAW dahulu telah memberikan contoh bagaimana bersikap adil pada kaum di luar Islam.Islam dilarang mengambil apapun yang dimiliki kaum tersebut,sabda Rosul"siapa saja yang mengganggu kafir dzinmi (orang di luar muslim yang ada dalam masrakat islam yang keberadaannya berdampingan secara damai dengan islam)maka dia sama saja mengganggu aku".Ini berarti rosul menyuruh kita untuk bersikap damai tolong menolong sewajarnya orang bermasarakat.Ingatkah kita akan sebuah riwayat yang menceritakan rosul SAW MEMBANGUNKAN SEBUAH GEREJA UNTUK BANI NAJRAN(suku di timur tengah yang beragama nasrani),beliau tak pernah memaksakan sebuah iman kepercayaan pada siapapun,lalu begaimana beliau membela orang yahudi yang dikira mencuri karena rumahnya secara tak sengaja ketempatan barang milik orang islam,bagaimana beliau berdiri ketika jenazah yahudi lewat.Bagaimana beliau menghormati Qois yang adalah pelayan istrinya Maria al qibtiya yang adalah umat kristen mesir (qopti).Bagaimana Maria yang atas kesadaran sendiri masuk islam dan bagaimana QOIS yang justru baru masuk islam di jaman khalifah USMAN berarti jauh setelah rosul SAW WAFAT?.Alangkah indahnya toleransi yang dicontohkan rosul yang merupakan penyangga estafet terakhir agama Allah? mengapa justru di jaman ini kita sering berbuat jahat atAS nama islam lalu rosul siapa yang kita ikuti sudah pasti dajal alias nabi palsu alias kulit islam tapi isi setan.Sadarlah wahai saudaraku yang dulu satu komunitas denganku kalau kalian ingin berbuat jahat tolong jangan bawa-bawa nama islam.harus beda antara pengikut tuhan dan pengikut setan.Kalau kalian merasa sulit membedakan benar dan salah coba baca shalawat nabi minimal 1000 kali sehari semalam .shalawat yang pendek-pendek saja cukup.maka berdasar pengalamanku kalian akan ada petunjuk,mampu membedakan mana yang berasal dari rosul SAW DAN mana yang bukan ,penafsiran qur'an hadits itu harus sesuai dengan petunjuk rosul sendiri yang diteruskan sahabat-sahabatnya kemudian oleh ulama yang benar-benar ahlul sunah wal jama'ah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar